Header Ads

Bawaslu Musi Rawas Melaksanakan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Persiapan Pemilu 2024

LIPUTAN SILAMPARI.COM-Bawaslu Kabupaten Musi Rawas melaksanakan sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif, bersama organisasi kepemudaan (OKP), Mahasiswa dan Pelajar pemilih pemula tahun 2021, bertempat di Balai Latihan Kerja dan UKM Kabupaten Musi Rawas, Rabu (29/9/21).

Ketua Bawaslu Musi Rawas, Oktureni dalam sambutannya mengatakan, Sosialisasi ini akan menentukan kualitas Pemilu yang baik, supaya terciptanya kesadaran masyarakat dalam pemilu yang akan datang, karena pemilu bukan hanya sebatas datang ke TPS saja, melainkan masyarakat harus secara aktif ikut mengawal proses berjalanya pemilu.

Menurutnya Bawaslu memang berkewajiban untuk membangun dan meningkatkan pengawas partisipatif, yang dimana program ini merupakan program prioritas presiden yang masuk RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah), dimana program ini akan selalu ada dan terus dikembangkan oleh Bawaslu baik saat pemilu maupun tidak ada pelaksanaan Pemilu. jelas Reni sapaan akrabnya.

Lanjut Oktureni, Gerakan pengawasaan pemilu partisipatif bertujuan untuk mengembalikan roh Pemilu itu sendiri. dimana Bawaslu ingin menyadarkan masyarakat, bawasanya pemilu itu tidak eksklusif, tidak hanya milik penyelenggara pemilu atau peserta pemilu saja melainkan milik rakyat juga, artinya proses pemilu adalah hak setiap warga negara.

“Dan jangan sampai Ketika proses pemilu yang terjadi setiap lima tahun sekali, hak masyarakat dimainkan oleh orang-orang yang mempunyai kepentingan sesaat yang mengakibatkan proses pemilu terciderai,” tegas Oktureni.

Dalam sosialisai ini bawaslu ingin meningkatkan partisipasi masyarakat khususnya di bidang pengawasan. Agar bisa mengukur partisipasinya dari sisi kuantitas atau jumlahnya, jadi ketika makin banyak orang yang datang ke TPS maka partisipasinya tinggi. 

“Jadi partisipasi yang kami inginkan adalah ketika pola kesadaran yang ada pada masyarakat benar-benar timbul dari hati, serta kesadaran yang timbul memberikan kontribusi bagi penyelengara pemilu,” ungkap ketua Bawaslu Musi Rawas.

Untuk itu, Bawaslu menumbuhkan kesadaran masyarakat maka diharapkan masyarakat bisa menolak hal-hal yang bisa menciderai demokrasi, serta bisa melaporkan kepada Bawaslu ketika nanti ada pelanggaran yang dilihat atau disaksikan secara langsung oleh masyarakat.

Lebih jauh ia  menjelaskan, salah satu komponen masyarakat yang disasar dalam pengawasan partisipatif ini adalah pemilih pemula yang merupakan anak-anak muda dari kaum milenial, pungkasnya. (Ajn)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.