Header Ads

Muratara Darurat Air Bersih, OPLB Ancam Demo


LIPUTAN SILAMPARI.COM-Air sungai Rupit-Rawas kini seperti aliran lumpur, padahal air sungai tersebut merupakan salah satu sumber air minum bagi masyarakat. Kemudian Air sungai juga dimanfaatkan mandi, cuci, kakus (MCK).

Semua elemen masyarakat menjerit dengan keadaan sungai tersebut, yang sudah bertahun-tahun dibiarkan keruh.

" Sungai kita sudah rusak parah, sepertinya Pemerintah Daerah beserta Instansi terkait tak peduli lagi, Muratara Darurat Air Bersih. Dari 7 Kecamatan cuma Nibung yang tidak terkena dampak air sungai Rupit-Rawas yang keruh. Masyarakat di aliran sungai mengeluh. Saat ini kita seakan tak ada Pemerintah " Ujar M. Rawa. Jum'at, 23/8/2024.

Ketua Organisasi Pemuda Langit Biru, (OPLB) ini sangat menyayangkan sikap Pemerintah yang terkesan acuh tak acuh.

" Saya menyayangkan dan agak geram juga dengan Pemerintah Daerah, diawal Pemerintahan seakan-akan sanggup membuat air sungai Jernih. Namun akhirnya melempem seperti tempe busuk. Akui saja jika tak sanggup, tanyakan pada ahlinya. Jangan sok pintar, sok pakam. Kita punya Dana, sewa konsultan Lingkungan Hidup Profesional. Saya yakin akan didapat Solusi. Win-win solution. Artinya masyarakat tetap menambang emas, air sungai tetap bersih. Makanya Pemimpin jangan egois, harus menerima masukan yang baik. " Jelasnya.

Selanjutnya Ketua LSM yang bergerak dalam Bidang Lingkungan Hidup ini,  mengungkapkan rencana aksi menuntut Pemda Muratara untuk mengambil langkah-langkah menjernihkan air Sungai Rupit-Rawas dan menuntut Pemenuhan Air bersih bagi masyarakat Muratara.

" Kita lagi menyiapkan rencana Demo ke Pemda Muratara, Selanjutnya ke DPRD, tentu bukan OPLB saja, tapi bersinergi dengan Mahasiswa, Masyarakat, LSM terkait, kita masih melakukan komunikasi dan koordinasi untuk menentukan hari dan target Demo " ungkapnya.

Lebih jauh Dia mengingatkan bahwa Demo perlu dilakukan sebagai pengingat pengambil kebijakan.

" Mereka perlu diingatkan dengan parlemen jalanan. Kita sudah muak dengan keadaan Daerah yang sungainya rusak, air bersih jadi bahan Langka padahal kebutuhan pokok " Tuturnya melalui telephone Watshap. (Wal).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.