Header Ads

Pertalite Dikurangi, Pengusaha SPBU Mengeluh

LIPUTAN SILAMPARI.COM-Terkait pengurangan pasokan bahan bakar jenis Partalite dibeberapa SPBU di Lubuklinggau dalam pekan terakhir, membuat pelaku usaha SPBU kecewa, karna tidak bisa memenuhi permintaan masyarakat seperti biasanya akibat dampak pengurangan stock pertalite tersebut.

Akibat pengurangan stock ini, konsumen terpaksa membeli bahan bakar jenis pertamax yang harganya lebih mahal dari bahan bakar pertalite, dengan kebijakan ini pihak SPBU bertanya-tanya ada apa dibalik kebijakan dari pertamina ini.

Dari hasil penelusuran kami disalah satu SPBU, Samino Meneger Oprasional SPBU Lubuk Tanjung Kota Lubuklinggau, membenarkan hal tersebut memang dalam bulan ini SPBU kita ada penggurangan pengiriman stock bahan bakar jenis pertalite, yang biasa 16KL (16000 liter) menjadi 8KL (8000 liter), dengan pengurangan ini kita hanya bisa bertahan selama 4-5 jam saja, dan tidak bisa bertahan seperti biasanya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat," kata samino meneger oprasional saat diwawancarai diruang kerjanya, Selas (7/9/21).

Sedangkan permintaan masyarakat seperti biasa bahkan meningkat jadi kami binggung dan kualahan dalam memenuhi permintaan masyarakat dengan kebijakan pertamina dalam melakukan kebijakan pengurangan ini," keluh Samino.

"Dan yang membuat kami binggung kenapa bahan bakar jenis pertamax berapapun yang kami minta, dipenuhi dengan kapasistas daya tampung kami sedangkan bahan bakar jenis pertalite ini dibatasi padahal sama-sama tidak bersubsidi," jelasnya dengan nada bingung.

Hal yang sama terjadi di SPBU Marga Mulya Kota Lubuklinggau, yang biasa pengiriman stock pertalite kita 32KL (32000 liter) menjadi 16KL (16000 liter) sampai 8KL (8000 liter), dengan pengiriman seperti ini mau tidak mau harus kita terima," ungkap Atika Hairunisa admin SPBU Marga Mulya.

Area Manager Communication, Relation dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Sumbangsel, Umar Ibnu Hasan saat dicercai pertanyaan mengenai pengurangan stock pertalite disetiap SPBU yang ada dilubuklinggau, Dia membantah ini bentuknya bukan pengurangan, karna untuk pertalite tidak ada aturan kuota seperti premiun dan solar, karena ini produk komersial jadi pertamina hanya melayani seberapa banyak permintaan dari SPBU.

“Saat kita tanya kembali sebenarnya pihak SPBU meminta pengiriman stock tetap seperti biasa Umar Comrell II Pertamina menjelaskan, permintaan itu tak selamanya kita penuhi dan pengiriman kita yang atur supaya merata dan isu pengurangan itu tidak ada, bantahnya ketika dikonfirmasi via telepon, Rabu (8/9/21).

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Lubuklinggau H. Rodi Wijaya Mempertanyakan, kita selaku warga Kota Lubuklinggau berhak mempertanyakan kepada pihak pertamina tentang pengurangan stock pertalite disetiap SPBU dikota lubuklinggau ini, karna kita ketahui pertalite bukan bahan bakar yang disubsidikan, artinya sepanjang pertalite ini tidak subsidi berarti aturannya tetap dibawah pertamina, kalaupun pertalite ini subsidi bearti harus ada aturan baru yang diatur oleh SKK Migas," Jelasnya.

"Dan kami ingin mintak penjelasan langsung dari pihak pertamina mengapa barang yang tidak subsidi pun keberadaannya menjadi sangat langkah," tegas Rodi.

Kami berharap kebutuhan pertalite di lubuklinggau dicukupi sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang di lubuklinggau, sehingga tidak kesan politis dari pertamina untuk meningkatkan daya beli prodak yang lain, dikarnakan banyak sekali timbul pertashop-pertashop yang baru," seolah-olah pertalite ini akan dihilangkan karna pertashop yang ada hanya menjual pertamax," Serta kita kasih waktu seminggu untuk memperbaiki system distribusi yamg macet," pungkasnya.(Ajn)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.