Dinilai Tak Becus Bekerja, GMI Minta Kepala DLHP Muratara Mundur Dari Jabatan
LIPUTAN SILAMPARI.COM-Belasan Mahasiswa gelar orasi di depan kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Musi Rawas Utara (MURATARA), Rabu, 26/1/23.
Sebelum melakukan Orasi, belasan demonstran tersebut berjalan kaki ratusan meter dari arah Utara Kantor DLHP.
Selanjutnya mereka yang menamakan diri Gerakan Milenial Indonesia (GMI) ini berorasi menyuarakan aspirasi mereka. Menggunakan alat pengeras suara yang mereka bawa, satu demi satu dari mereka berorasi.
Pengamatan awak media Liputan Silampari, memegang Megaphone Pertama dan berorasi adalah Abdul Hadi Yansyah, merupakan Koordinator Lapangan para Demonstran. Dia menyampaikan bahwa yang mendorong mereka melakukan demonstrasi ini tak lain adalah bentuk keprihatinan terhadap masyarakat Muratara yang sudah amat sengsara karena air sungai Rupit dan Rawas yang selalu keruh atau sudah tercemar lumpur selama bertahun-tahun.
Menurut mereka pihak Dinas DLHP terkesan membiarkan, karena itu kedatangan mereka hari ini meminta Kepala DLHP Muratara mundur dari jabatannya. Hal ini merupakan bentuk pertanggung jawaban dari ketidakbecusan Kepala DLHP dalam mengatasi pencemaran air sungai yang disebabkan oleh Pertambangan Emas Tanpa Izin ( PETI).
" Hari ini kami datang kesini memang dalam jumlah sedikit, namun tidaklah mengurangi semangat kami untuk meminta, agar Kepala DLHP mundur dari jabatannya. Kami menilai DLHP tidak bekerja. Sungai Rupit dan Rawas tak pernah jernih. Sudah bertahun-tahun kami bersama keluarga tak pernah lagi melihat air sungai Jernih. " Katanya.
Setelah itu Megaphone diserahkan pada orator kedua, Ahmad Syahril, dijelaskan, bahwa dia adalah salah satu korban pencemaran air sungai. " Saya ini berasal dari keluarga miskin dan masih mandi di sungai. Sungai kita sudah tercemar, badan saya gatal-gatal. Tolong kami Pak atau Ibu yang ada di DLHP. Basmi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI)", Teriaknya.
Puas berorasi, mereka mulai bergerak untuk menerobos barikade Polisi dan POL PP, sempat terjadi adegan saling dorong. Keadaaan ini mereda setelah Kepala DLHP Muratara, Zulkifli hadir di depan massa.
Kesepakatan bersama mereka berdialog di dalam ruangan kantor DLHP, berikut hasil kesepakatan tuntutan : Meminta Kepala DLHP membuat apel bersama Deklarasi Anti PETI, DLHP menjalan tugas dan fungsi berdasarkan keadilan, kepastian dan kemanfaatan hukum. Mengambil langkah strategis pemberantasan PETI dengan melibatkan masyarakat, mahasiswa dan pemuda dalam tim terpadu. Melihat situasi sungai di Muratara dan bekerja keras dalam menjernihkan kembali sungai di Muratara dengan solusi memperbanyak PAMSIMAS di pedesaan berkoordinasi dengan dinas terkait. Menuntut Kapolres Muratara harus tindak tegas pelaku PETI. Melakukan operasi rutin bersama tim terpadu, sampai sungai Rupit Rawas layak digunakan. Pemuda Muratara (GMI) Siap membantu Polres Muratara.(Wal).
Tidak ada komentar