Header Ads

Ketua OPLB : Semoga Polda Segera Ungkap Dalang dibalik BBM Illegal.


 LIPUTAN SILAMPARI.COM-Berita yang viral tentang penangkapan dua mobil Tangki yang membawa 20 Ton Solar Palsu, 5 Agustus lalu telah mengundang perhatian banyak pihak.  Salah satu elemen masyarakat yang tergabung dalam Organisasi Pemuda Langit Biru ( OPLB ) akhirnya buka suara dan menyatakan siap mengajukan permohonan kepada Satgaskum Illegal Drilling dan Refenery agar kasus ini terbuka secara terang-terangan dan dapat menangkap ' Aktor Intelektual dibalik bisnis minyak Illegal. 

" Kita tau merek Lambung mobil ' Rawas Berkah Energi ', artinya bisa dicek siapa pemilik perusahaan. Siapa pemilik mobil " kata M. Rawa 

Lebih lanjut dia mengomentari pernyataan Sandi Abela, Kades Belani. 

" Okelah Sandy menyatakan tidak  terlibat dalam bisnis minyak Illegal yang ditangkap Satgaskum Polres Muratara 5 Agustus lalu, kita hormati dan junjung asas praduga tidak bersalah. Cuma dia sebut mengurus mobil temannya yang dirental, berarti dia tau pemilik mobil, artinya bisa jadi saksi. Karena itulah kami berharap dan akan bersurat ke Satgaskum Illegal Drilling dan Refenery Polda Sumsel untuk mengusut tuntas permasalahan ini. Kami akan berkoordinasi dengan teman-teman lain, agar kasus ini segera terungkap. Pasti ada aktor intelektual yang ikut ' bermain '. Perlu diingat saya tidak menyebut siapa-siapa, ini wewenang Aparat Penegak Hukum untuk menyelidikinya. Tugas kami, sebagai sebuah Organisasi mendorong dan memberi apresiasi kepada Polisi. " Tuturnya.

Dia menambahkan hasil investigasi, disejumlah tambang mereka merasa dirugikan dengan BBM Illegal. Alat berat cepat rusak, Mobel operasional macet. 

" Kesimpulan investigasi kami, banyak Mafia minyak Illegal dalam lingkar tambang yang ada di Muratara. Jadi dengan diberantas sampai ke akar-akarnya iklim investasi di Muratara semakin baik, Negara (Pertamina) tidak dirugikan. Sebab Dana Bagi Hasil dari tambang untuk Muratara mencapai 217 Milyar. " Tutupnya. (Wal)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.